Prologue

Air mengalir mengikuti liku-liku ceruk
dari tempat lebih tinggi ke yang lebih rendah
Angin pun berhembus menyusur ruang
Beranjak menuju yang hampa dari yang berisi
Air dan angin mengikuti hukum alam
Begitu juga yang lain, hukum alam jadi pijakan

Apa arti hukum alam bagi Bajug Anggakara
Anggakara itu pahlawan yang berani
Bajug berarti tanpa aturan juga kurang ajar
Pahlawan tanpa aturan semata mengikuti kehendak hati
Hanya kehendak hati satu-satunya hukum
Hukum tunggal Bajug Anggakara

Bajug Anggakara… Pahlawan Tanpa Aturan… bertutur tentang perjalanan Mandrakanta, seorang Pangeran Mataram Kuno, namun sejak kecil tidak hidup di lingkungan istana… lingkungan istana dengan segala aturan. Jauh di atas gunung berselimut kabut, sebuah padepokan Kancana Diwangkara membuka dan membentuk Mandrakanta. Tidak dengan aturan istana, tetapi Bajug Dhamarga (jalan tanpa aturan). Jalan tanpa aturan yang tidak disadap dari Mpu Nirpataka, sang Dwijawara (maha guru) dari Kancana Diwangkara, melainkan datang dari sosok asing… Mencira Walaya (Pengelana Kesepian) yang telah membekali dengan Agrapana Yatna (Tenaga Sumber) sekaligus menggelorakan sifat-sifat bajug dalam diri Mandrakanta… dan melahirkan seorang Bajug Anggakara.

Selamat mengikuti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s